
'SBY-Boediono' Hebohkan Malam Refleksi Akhir Tahun di TIM
Senin, 28/12/2009 22:39
Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan masyarakat dalam dalam malam Refleksi Akhir Tahun 2009. Sejumlah pementasan seni dihadirkan dalam acara tersebut.
Tokoh Presiden dan Wapres Republik Mimpi, Si Butet Yogya (SBY) dan Buktiono pun turut memeriahkan acara tersebut. Alhasil, ratusan penonton yang hadir di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (28/12/2009).
Selasa, 1 Desember 2009
Jakarta, Kompas - Kejaksaan Agung menghentikan demi hukum perkara pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang disangkakan terhadap Wakil Ketua (nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy dalam jumpa pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (30/11), menyatakan, Selasa ini surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) diterbitkan.
Hak Angket Century Bergulir Amat Cepat
Selasa, 1 Desember 2009
Jakarta, kompas - Usul hak angket terkait dana talangan ke Bank Century oleh Dewan Perwakilan Rakyat bergulir amat cepat. Sampai Senin (30/11), dukungan terus mengalir, baik dari dalam parlemen maupun dari tokoh di luar parlemen. Usul ini akan diputuskan dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa ini. Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPR, yang sebelumnya menolak menandatangani usul hak angket, hari Senin resmi menyerahkan dukungan dari 144 anggota. Ketua F-PD Anas Urbaningrum menyerahkan dukungan itu kepada inisiator hak angket yang diwakili Maruarar Sirait dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sebelum dukungan dari F-PD masuk, usulan angket ditandatangani 358 anggota dari delapan fraksi. Pendukung hak angket itu kini menjadi 502 orang atau 90 persen anggota DPR.
Senin, 30 November 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Gangguan yang dialami para aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi saat menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (29/11) pagi, justru akan memperburuk citra pemerintah di mata masyarakat. Adanya kelompok tandingan yang berunjuk rasa pada waktu yang sama akan memicu konflik horizontal dan mengancam stabilitas keamanan. ”Aparat hendaknya belajar dari sejarah Pam (Pengamanan) Swakarsa tahun 1998, yang justru kontraproduktif dan tidak akan menang melawan gerakan idealis dalam membentuk opini masyarakat,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi menanggapi upaya pelarangan unjuk rasa Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) tersebut.
Preman Mengancam, Demo Anti Korupsi Bubar
Minggu, 29 November 2009
Jakarta, Sumbawanews.com.- Aksi demo penggiat anti korupsi yang sedianya dilaksanakan di Bundaran Hotel Indonesia Minggu (29/11/09) akhirnya terpaksa bubar lantaran puluhan preman berusaha menyerang penggiat anti korupsi yang mulai berorasi.
Sedianya demo ini juga akan diisi dengan konser yang akan menampilkan musisi – musisi ternama seperti Franky, Trio Macam, Edo Kodolangit dll, terpaksa urung dilaksanakan karena pihak keamanan tidak mengijinkan pendirian panggung seperti halnya konser anti korupsi beberapa waktu yang lalu.
Nine commandments' of true pluralism
Sat, 11/28/2009
Unity in Diversity (Bhinneka Tunggal Ika) is true pluralism. Yes! It is great! As a slogan! But this slogan is still an ethereal thing and therefore far from the reality of Indonesia.
A lot of work for all of us! In order to make it work, insight, intellect, and conscience are needed so we can work with - among many - at least the following nine principles of pluralism.
First, pluralism is not just plurality, but more than diversity, not simply relativism, but makes room for real and different religious and cultural commitments. It is a process of creating a society by acknowledging rather than hiding differences.
Tak Bisa Baca Doa, Siswa Dianiaya Guru Hingga Buta
Rabu, 25 November 2009
TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Gara gara tak bisa membaca doa sesudah wudhu, seorang siswa kelas 2 SD Negeri Sambungrejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo dipukul guru hingga mengalami kebutaan. Korban, HJ ,8, menangis pulang karena mata kanannya terasa pedih setelah dipukul guru agama Mut, 55.
"Wajah dan kepalanya dipukul keras," kata ibu HJ, Nurlaili, Rabu (25/11).
Pemukulan itu terjadi pada Sabtu (21/11) lalu. Setelah itu Haj menjalani perawatan di poliklinik setempat. Karena sakitnya semakin parah, HJ dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Dr Soetomo Surabaya. Menurut dokter terjadi kerusakan sistem syaraf di kornea mata sebelah kanan.
Ikat Diri ke "Crane", Enam Aktivis Greenpeace Dibawa Polisi
Rabu, 25 November 2009
Laporan wartawan KOMPAS Sahnan Rangkuti
PEKANBARU, KOMPAS.com — Sebanyak enam relawan Greenpeace, lima di antaranya warga asing, dibawa ke Polda Riau di Pekanbaru, menyusul aksi lembaga pemerhati lingkungan hidup itu di areal pelabuhan PT Indah Kiat Pulp and Paper, Rabu (25/11) pagi di Perawang, Kabupaten Siak, Riau.
Aksi Greenpeace itu melibatkan 12 aktivis dengan cara mengikatkan diri pada empat alat pengangkat (crane) peti kemas di pelabuhan anak perusahaan Sinar Mas Group itu sehingga seluruh kegiatan bongkar muat menjadi terhenti.
RI, the parliament of world religions and climate change
Murray Clapham , Jakarta, Tue, 11/24/2009
Simultaneously this December two major international conferences are taking place. One The Copenhagen Climate Change Conference where the world's political leaders meet focusing on our external environment and the serious challenges posed by global warming.
The other occurring on Indonesia's doorstep sees Melbourne hosting 8000 people at a meeting of the Parliament of World Religions with a focus on man's inner environment in the face of humanities multiple challenges in an increasingly interdependent world.
Kasus Munir, Kasus Mafia Peradilan
Selasa, 24 November 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (Kasum) menilai Kasus pembunuhan aktivis Munir yang belum terselesaikan saat ini merupakan salah satu bentuk mafia peradilan.
Menurut Uli Parulian, tim legal Kasum, kasus Munir dapat digolongkan kasus mafia pengadilan karena argumentasi putusan pengadilan yang selama ini lemah dan hakim yang tidak profesional. "Salah satu ciri mafia keadilan, argumentasi yang lemah. Dalam kasus Munir, selain argumentasi yang lemah, jaksa juga tidak profesional," ujar Uli saat jumpa pers di kantor Imparsial Jakarta, Selasa (24/11).
Hasil Audit BPK tak Sampai ke Soal Aliran Dana Century
Senin, 23 November 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengusul hak Angket Century Maruarar Sirait menyayangkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang tidak menyeluruh. "Tadi (sebelum rapat dimulai) anggota BPK bilang audit belum ke aliran dana," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/11).
Senin, 23 November 2009
Jakarta, Kompas - Aktivis mahasiswa 1998, yang tergabung dalam Indonesia Crisis Center, mendesak pengusutan kasus Bank Century. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta memberikan keleluasaan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan membongkar kasus itu.
Aksi Indonesia Crisis Center (ICC) di pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (22/11), diikuti oleh sekitar seratus orang. Acara bertema ”Petisi Kaum Muda, Bebaskan Indonesia dari Korupsi” itu diisi dengan orasi dari beberapa aktivis 1998, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu ”Darah Juang”. Pada akhir acara, mereka berdiri di tangga Kantor KPK untuk membacakan Petisi Kaum Muda.
Jakarta Diwarnai Sepeda Santai Hingga Lomba Roti Buaya
Minggu, 22 November 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pagi hingga siang nanti (22/11) di sekitar Jlan Sudirman dan Senayan dipenuhi acara sepeda santai hingga lomba makan roti buaya, serta menggambar cicak dan buaya.
Sepeda santai dari kelompok pertama akan digelar sejak pukul 06.30 hingga pukul 11.00 dengan estimasi peserta sekitar 1.400 peserta. Rute yang akan digunakan yaitu Pintu 1 Senayan - Sudirman – Semanggi Sudirman - Patung Pemuda - Pintu 1 Senayan (Criterium).
Bocah-bocah Pun "Surati" SBY soal AntiKorupsi
Minggu, 22 November 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Konflik KPK dan Polri tampaknya menjadi momentum untuk menyosialisasikan antikorupsi sebagai budaya baru. Dengan dukungan pemberitaan media, dalam waktu singkat isu antikorupsi sudah sampai kepada anak-anak.
Millah (12) yang masih berseragam sekolah dengan tekun menuliskan pesan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di atas punggung Dawi, temannya. "Pak SBY, tolong bantu rakyat yang kurang mampu karena banyak pengemis di jalan yang meminta-minta uang," tulis Millah dalam aksi antikorupsi yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (22/11) pagi.
Kampanye Antikorupsi, Anak-anak Makan Roti Buaya
Minggu, 22 November 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Fikri (7) asyik meraba-raba punggung buaya. Matanya menatap tajam tiap bagian tubuh binatang amfibi tersebut. Setelah mendengar aba-aba, langsung mulutnya melahap buaya. Tiga puluh detik kemudian buaya sudah berada di dalam perutnya.
"Enak, Mas," katanya kepada Kompas.com seusai lomba makan roti buaya di Istora Senayan, Minggu (22/11) pagi. Tentu buaya yang dipegang Fikri tadi bukan benar-benar buaya, tetapi ya roti buaya itu.
Meninjau Aspek Psikis UU PKDRT
Jumat, 20 November 2009
Ester Lianawati
Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau UU PKDRT membuka celah hukum sangat luas dengan memasukkan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga (kekerasan ekonomi) ke dalam definisi kekerasan. Pelaku dapat dikenai pidana berlapis untuk semua jenis kekerasan itu.
Namun, pelaksanaannya tidak semudah yang diperkirakan, terutama menyangkut kekerasan psikis. Sebagian aparat penegak hukum mengabaikan unsur kekerasan psikis karena menganggap subyektif, aparat lain menganggap sulit dibuktikan, bahkan ada kecenderungan pelaku menuntut korban dengan pasal kekerasan psikis. Hal ini menggerakkan saya melihat kembali pendefinisian kekerasan psikis dalam UU PKDRT. Tampaknya masih ada beberapa kelemahan yang membutuhkan perbaikan terkait dengan aspek psikis.
Jumat, 20 November 2009
Yogyakarta, Kompas - Banyak pelajar yang tidak paham Pancasila sebagai dasar negara, bahkan urut-urutan silanya pun banyak yang salah. Kondisi ini setidaknya mencerminkan mulai lunturnya wawasan kebangsaan di kalangan para pelajar.
Penilaian tersebut diperoleh melalui sejumlah evaluasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri. Gejala ini terutama terjadi pada pelajar di daerah perkotaan. ”Adapun kemampuan pelajar di kawasan pedesaan dalam menghafal sila-sila Pancasila relatif masih baik,” kata Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri Heru Matador di sela-sela seminar sehari ”Pancasila dan Kedaulatan Bangsa” yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Pelita Kencana di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Kamis (19/11).
Elegi Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau...
Jumat, 20 November 2009
Madina Nusrat
Minah (55) hanya dapat meremas kedua belah tangannya untuk menepis kegalauan agar tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11). Tanpa didampingi pengacara, ia menceritakan bahwa alasannya memetik tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4, pertengahan Agustus lalu, adalah untuk dijadikan bibit.
Kamis, 19 November 2009
Deli Serdang, Kompas - Warga Sumatera Utara yang terinfeksi human immunodeficiency virus atau HIV semakin mengkhawatirkan. Warga yang terinfeksi virus ini makin merambah ke masyarakat. Sementara itu, jumlah klinik pencegahan dini terhadap penyebaran HIV masih sangat terbatas.
”Kasus ini seperti fenomena gunung es. Kelihatan di permukaan sedikit, namun sebenarnya banyak sekali yang tidak kita ketahui,” tutur pelaksana program Global Fund dari Dinas Kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, Rabu (18/11), saat mengunjungi Puskesmas Bandar Baru, Kecamatan Sibolangi, Deli Serdang.
Seni Pedalangan Alami Krisis Regenerasi
Kamis, 19 November 2009
Indramayu, Kompas - Regenerasi seni pedalangan mengalami krisis. Dari tahun ke tahun, peminat seni pedalangan berkurang karena profesi itu tak menjanjikan dari sisi ekonomi. Mama Taham, pedalang senior dari Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (16/11), mengakui, jumlah peminat pedalangan tidak seramai 20 tahun lalu. Meski ia menggratiskan orang untuk belajar mendalang, peminatnya sedikit. Tahun lalu, hanya satu orang yang belajar mendalang kepada dia.
18 November 2009
To copy the practices of backward tribal groups in Afghanistan and Pakistan does not make sense in modern Indonesia nor does it make good Muslims, stresses Terry Lacey.
The attempt of the West Aceh regent to ban ladies from wearing trousers as from 1st January 2010, threatens to shatter the moderate image of Indonesian Islam. And if President Obama does bring Michelle and the girls to Indonesia next year as suggested at the Singapore APEC meeting, then how is this going to be explained to them? Better to end it before then.
Indrawasi, a senior lecturer in gender studies at the University of Malaya laments the fate of Lubna Ahmed Al Hussein who was found “guilty” of wearing trousers in the Sudan along with ten other women. (The Jakarta Post (13.11.09). But she never dreamed that a policy banning trousers for women would ever exist in Indonesia.
UU Penodaan Agama Dipersoalkan di MK
Rabu, 18 November 2009
Jakarta, Kompas Tujuh lembaga swadaya masyarakat dan empat tokoh nasional meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan larangan penafsiran agama-agama yang dianut di Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Ketentuan tersebut dinilai melanggar kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi. Ketujuh LSM itu adalah Inisiatif Masyarakat Partisipatif untuk Transisi Berkeadilan (Imparsial), Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Perkumpulan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Perkumpulan Pusat Studi HAM dan Demokrasi (Demos), Perkumpulan Masyarakat Setara, Yayasan Desantara, serta Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Gairah Baru Kehidupan Seni Budaya Pantura
Rabu, 18 November 2009
Timbuktu Harthana dan Siwi Yunita Cahyaningrum
Dengan susah payah Taswen (55) melakukan gerakan geol, ukel, dan seblak. Meski tangan dan pinggulnya masih terlihat kaku, dia tetap semangat berlatih tarian bajidor kahot bersama 12 ibu rumah tangga di pelataran Sanggar Mulya Bhakti di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kaku tidak saya menarinya? Sudah lama sekali saya enggak menari. Baru dua bulan kemarin saya belajar menari lagi,” ujar Taswen, pembantu rumah tangga yang mengaku antusias belajar lagi menari. Sekarang, ia sudah menguasai dua tarian walaupun sering kali lupa-lupa ingat gerakannya.
Kesenian Tradisional Terpinggirkan
Selasa, 17 November 2009
Indramayu, Kompas - Para seniman dan budayawan Indramayu prihatin atas terpinggirnya kesenian tradisional pesisir. Kesenian yang lahir dari masyarakat dan mempunyai nilai seni tinggi kini kurang diminati dan jarang dipentaskan. Ketua Dewan Kesenian Indramayu Syayidin saat ditemui di Gedung Dewan Kesenian Indramayu, Senin (16/11), menyatakan, kesenian yang mulai terpinggirkan antara lain sintren, renteng, brayi, macapatan, genjring unggul, tari randu kenthir, jidor, barokah, jaran lumping, sampyong, ronggeng kethuk, tarling klasik, trebang, dan sandiwara.
Bereskan Data Kependudukan agar DPT Tak Kisruh
Senin, 16 November 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi II DPR meminta Departemen Dalam Negeri segera membereskan data kependudukan agar tidak lagi terjadi kekisruhan mengenai data pemilih pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah mulai 2010.
Anggota Komisi II, Arief Wibowo, dalam rapat dengar pendapat Komisi II dengan pelaksana tugas Dirjen Administrasi Kependudukan (Atminduk), Irman, mengatakan, kisruh daftar pemilih tetap pada Pemilu 2009 terjadi karena sumber data yang dipakai berbeda-beda sehingga sulit diklarifikasi.
Aceh Must Look to Its Glorious Past If It Hopes to Avoid an Inglorious Future
November 13, 2009
Anand Krishna
Nanggroe Aceh Darussalam is once again in the news. This time it is not because of a tsunami or any separatist movement, but because of the “ qanun jinayat ” (“ fiqh ” in Arabic), or religious jurisprudence-based law, passed by the regional legislature on Sept. 14.
Speaking to Al-Jazeera the same day the law was passed, however, Deputy Governor Nazar made it very clear that the provincial government was not in favor of the legislation. He promised to have the law reviewed, and was blunt enough to say, “We have to synchronize with the situation of the people. Aceh is different to the Middle East.” Speaking to the local media, he was not as blunt.
Jumat, 13 November 2009
Putra Jaya, Kompas - Malaysia dan Indonesia saling memiliki ketergantungan yang kuat berkaitan dengan keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Pemerintah Malaysia tetap akan menerima TKI legal dan akan menindak tegas pelanggaran hak asasi TKI yang berada di Malaysia. Perdana Menteri (PM) Malaysia Mohammad Najib Abdul Razak menyampaikan komitmen ini dalam jumpa pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Putra Jaya, Malaysia, Kamis (12/11). Sebelumnya ke-dua pemimpin bertemu empat mata.
Semangat Pluralisme dan Universalisme dalam Musik Saratuspersen
Jumat, 13 November 2009
Setelah melanglang buana dari suatu festival ke festival lain di mancanegara selama sembilan tahun, untuk pertama kalinya kelompok musik dunia Saratuspersen tampil di Jakarta, di Bentara Pentas Musik, Bentara Budaya Jakarta, Kamis (12/11) malam. Dibuka dengan komposisi ”Latinamina” (instrumental) kelompok dengan 13 musikus dan empat penari ini tampil semangat dan menghangatkan malam yang dingin, setelah Jakarta diguyur hujan lebat.
Memperkokoh Pluralisme Yogyakarta
Kamis, 12 November 2009
Oleh Muhammad Ali Fakih AR
Yogyakarta merupakan suatu kawasan dengan lanskap masyarakat yang tidak hanya plural, tetapi juga pluralis. Plural dalam arti kenyataan masyarakat Yogyakarta tersusun dari berbagai etnis dan golongan, dan pluralis karena budaya saling menghormati, tenggang rasa, tepa salira, dan inklusif tetap kuat. Pluralisme di Yogyakarta, selama sejarah tradisionalnya, tidak tergeser akibat semakin cepatnya distribusi warga luar. Pluralitas Yogyakarta, tak dapat dielak, amat didukung oleh potensi besar di bidang pendidikan dan pariwisatanya. Yogyakarta telah menakikkan diri sebagai salah satu kota yang mengembangkan secara pesat fasilitas dan kualitas pendidikannya. Hal ini tentu menjadi harga tawar yang sangat menarik untuk warga lain. Buktinya, dari tahun ke tahun, distribusi masyarakat luar ke Yogyakarta menunjukkan angka yang signifikan.
Mengelola Keberagaman Indonesia
Kamis, 12 November 2009
Anita Yossihara
Latar belakang pendidikan Islam tidak membelenggu pemikiran Zuly Qodir untuk memperjuangkan penghormatan keberagaman di Indonesia. Tenaga dan pemikirannya dicurahkan untuk meneliti penyebab konflik atau gesekan antaretnis yang kerap terjadi di negara ini. Aktivis muda Muhammadiyah itu pun terlibat dalam pembentukan Forum Persaudaraan Umat Beriman Yogyakarta, sebuah forum lintas agama yang didirikan bulan Maret 1997. Baginya, keberagaman etnis atau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan potensi luar biasa yang menunjukkan kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman itu pulalah yang menjadi cikal bakal lahirnya Republik Indonesia.
Polisi Potong Video Rekaman Antasari
Kamis, 12 November 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Antasari Azhar menilai, video yang ditayangkan polisi, Rabu (11/11), tidak lengkap. Pada video tersebut tampak mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut mengatakan bahwa KPK sudah tidak diperlukan lagi.
"Video tersebut tidak utuh," kata M Assegaf, kuasa hukum terdakwa Antasari, saat jeda sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.
Rabu, 11 November 2009
Lagu ”Indonesia Raya” berkumandang di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, tepat Selasa tengah hari, 10 November 2009, mengiringi ratusan orang yang menyerahkan bendera Merah Putih kepada pimpinan lembaga itu. Simbol amanat rakyat untuk melawan korupsi. Sebelum menyerahkan bendera itu kepada KPK, sekitar 300 penggiat alam terbuka Jakarta dan Jawa Barat membentangkan dan membawa kain merah putih sepanjang 100 meter. Bentangan kain itu dibawa oleh 10 perahu karet menyusur kanal banjir timur. Dua perahu di antaranya membawa dua barongsai dan tetabuhannya.
Soal Klaim Budaya, Indonesia-Malaysia Perlu Duduk Bersama
Selasa, 10 November 2009
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
BANDUNG, KOMPAS.com — Persoalan klaim budaya antara Indonesia dan Malaysia semestinya diselesaikan lewat kajian akademis. Para ilmuwan maupun akademisi dari Indonesia dan Malaysia harus sering duduk bersama membicarakan isu penting ini.
"Persoalan ini perlu lebih banyak dikaji secara ilmiah dari sisi akademisnya. Jangan kita melihatnya dengan emosi sepihak. Ini penting agar hubungan kedua negara bisa terus terjalin baik," tutur Wakil Rektor Universiti Kebangsaan Malaysia Sharifah Hapsah Shahabudin, Selasa (10/11), dalam jumpa pers acara Simposium Kebudayaan Indonesia Malaysia (SKIM) XI di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung.
Komunitas Adat Sukabumi Minta Hak Ulayat
Senin, 9 November 2009
Sukabumi, Kompas - Tiga komunitas adat di Kabupaten Sukabumi yang tinggal di hutan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak meminta pengakuan hak ulayat mereka. Pengakuan hak ulayat itu penting untuk meminimalisasi konflik antara masyarakat adat dan petugas Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Ketiga komunitas adat, yakni Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Ciptamulya, dan Kasepuhan Sinarresmi, mengadukan kondisi mereka ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukabumi, Jumat lalu, didampingi lembaga swadaya masyarakat Pengembangan Kemandirian Indonesia (Peran). Bagian Kanagaraan Kasepuhan Ciptagelar Ugis Sugandi mengatakan, tanah adat tiga kasepuhan yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak di wilayah Kabupaten Sukabumi sekitar 5.000 hektar.